Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 November 2015

KISAH IMAM HANAFI

Sebuah kisah yang mengandung hikmah saya peroleh dari sebuah email (sepertinya diambil dari situs NU ini ). Kisah itu bersumber dari kitab “Muqodimah Hasyiah Ibnu Abidin” pada jilid yang ke 1/67. Kisah yang mengandung hikmah berharga itu bercerita tentang Imam Hanafi dan seorang anak kecil. Imam Hanafi adalah salah seorang ulama klasik yang tulisan-tulisannya menjadi madzhab penting dalam ajaran Islam, yaitu Madzhab Hanafi.

Dalam kisah ini diceritakan dialog antara Imam Hanafi dengan anak kecil itu. Siapa sangka, peringatan yang keluar dari lidah anak kecil itu membuat Imam Hanafi tersungkur menangis. Berikut kisahnya yang saya copas dari email, saya tulis di sini kembali untuk menjadi hikmah buat kita semua, agar kita selalu rendah hati dan tawadhlu selalu, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah SWT
~~~~~~~~~~~~~~

Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit, atau populer disebut Imam Hanafi, pernah berpapasan dengan seorang anak kecil yang tampak berjalan mengenakan sepatu kayu.

”Hati-hati, Nak, dengan sepatu kayumu itu. Jangan sampai kau tergelincir,” sang imam menasehati. Bocah miskin ini pun tersenyum, menyambut perhatian pendiri mazhab Hanafi ini dengan ucapan terima kasih.

”Bolehkah saya tahu namamu, Tuan?” tanya si bocah.

”Nu’man.”

”Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a‘dham (imam agung) itu?”

”Bukan aku yang menyematkan gelar itu. Masyarakatlah yang berprasangka baik dan menyematkan gelar itu kepadaku.”

“Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka gara-gara dia. Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke kubangan api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya.”

Ulama kaliber yang diikuti banyak umat Islam itu pun tersungkur menangis. Imam Hanafi bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.

KISAH POHON APEL DAN SEORANG ANAK

Dahulu kala, ada sebuah pohon apel yang sangat besar. Ditempat itulah seorang anak kecil suka datang dan bermain di sekitarnya hampir setiap hari. Dia selalu naik ke dahan dahan ranting rendah yang cukup kokoh, lalu makan apel yang telah memerah, sambil tidur tiduran dibawahnya. Dia begitu mencintai pohon apel tersebut dan juga sebaliknya, pohon itu sangat senang bermain dengan sang anak.

Waktu berlalu ... si anak kecil telah besar dan dia tidak pernah terlihat lagi bermain di sekitar pohon seperti hari hari sebelumnya. Sampai suatu hari, anak itu datang kembali ke pohon apel dan ia tampak sangat sedih.

"Kamu datang untuk bermain dengan saya?" tanya pohon tersebut dengan sangat gembira.

"Saya bukan lagi seorang anak kecil, saya tidak bermain-main lagi dengan pohon" Sahut sang anak.

"Saya ingin mainan. Saya butuh uang untuk membelinya. "

"Maaf, tapi saya tidak memiliki uang ... tetapi kamu dapat memilih semua buah apel yang saya miliki ini dan kamu bisa menjualnya. Jadi, kamu bisa punya uang untuk membeli mainan itu" Jawab sang pohon.

Anak itu sangat bergembira dan terlihat bersemangat. Dia meraih semua apel di pohon dengan sangat bahagianya.

Sekian lama berlalu. Anak itu tidak pernahkembali lagi setelah ia mengambil buah apel waktu itu. Si Pohon merasa sangat sedih.

Di suatu hari yang cerah, anak laki-laki itu kini telah berubah menjadi seorang pria dewasa. Ia kembali menemui pohon itu.

"Kamu datang untuk bermain dengan saya?"kata pohon dengan bersemangat.

"Saya tidak punya waktu untuk bermain. Saya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak istri. Kami membutuhkan rumah untuk berteduh. Dapatkah Anda membantu saya? "

"Maaf, tapi saya tidak memiliki rumah. Namun kamu dapat memotong dahan-dahan saya untuk membangun rumah mungil yang indah"

Mulailah lelaki itu memotong semua dahan pohon yang ada di kanan dan kiri. Pohon itu senang melihatnya. Untuk berapa lama, lelaki itu pun tidak pernah datang kembali sejak saat itu. Pohon apel itu merasa kesepian dan terlihat sangat sedih.

Suatu hari musim panas, lelaki itu kembali dan pohon apel itu pun terlihat begitu sangat gembira.

"Kamu datang untuk bermain dengan saya?" Sahut Pohon.

"Saya mulai tua dan tidak bisa bermain lagi. Aku ingin pergi berlayar kesamudera luas untuk bersantai sendiri. Dapatkah kamu memberi saya perahu "kata pria itu.

"Gunakan batang saya untuk membangun perahu impianmu. Nanti kamu bisa berlayar jauh dan bahagia dengan keinginanmu itu .
Jawab sang pohon.

Mulailah lelaki itu memotong batang pohon, untuk kemudian akan dijadikannya sebuah perahu. Ia pun pergi berlayar, dansama seperti sebelum sebelumnya, ia tidak pernah muncul untuk waktu yang lama.

Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya, pria itu kembali lagi.

"Maaf anakku, Tapi aku tidak memiliki apa-apa untuk kau ambil lagi. Tidak ada lagi apel yang bisa kau petik, tidak ada lagi cabang dahan yang bisa kau ambil ..." Kata pohon.

"Tidak apa-apa, saya tidak memiliki gigi lagi untuk memakan buahmu, tidak ada tenaga untuk memanjat dahan dahanmu. Saya terlalu tua untuk itu" kata sang lelaki.

"Saya benar-benar tidak bisa memberikanapa-apa ... satu-satunya yang kini saya miliki adalah akar pohon tua yang sudah rapuh" kata pohon apel sambil bercucuran air mata.

"Saya tidak memerlukan banyak hal sekarang, saya hanya butuh sebuah tempat untuk beristirahat. Saya lelah setelah bertahun-tahun mengembara" jawab sang lelaki.

"Baiklah! Akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk bersandar dan beristirahat melepas penat. Ayo, ayo duduk bersama saya"

Pria tua itu pun mendekat dan pohon apel itu terlihat sangat senang dengan seuntai senyum bercampur air mata .

Ini adalah kisah setiap orang di dunia ini. Pohon apel itu ibaratnya adalah seperti para orang tua. Ketika kita masih kecil, kita senang bermain dengan Ayah dan Ibu. Ketika kita telah tumbuh dewasa, kita meninggalkan mereka. Hanya datang sesekali kepada mereka ketika kita membutuhkan sesuatu atau ketika kita berada dalam kesulitan. Tidak peduli apapun niat sang anak, orangtua akan
selalu berada di sana, orang tua selalu tegar berdiri saat sang anak benar benar membutuhkan mereka. Dengan segenap kerelaan hati, mereka akan memberikan segala yang mereka bisa hanya untuk membuat Anda bahagia.

Kita mungkin berpikir anak itu sangat kejam kepada pohon. Tapi itulah sebuah gambaran nyata bagaimana kita semua sering memperlakukan orang tua seperti itu juga. Kita selalu menganggap remeh dan cenderung tidak menghargai semua yang mereka lakukan untuk kita. SAMPAI akhirnya kita Terlambat. Terlambat untuk menemukan apa maunya MEREKA.

Bukan harta benda, mereka tak butuh uangmu. Bukan rumah mewah, mereka tak butuhkan hal itu. Yang mereka inginkan adalah KAMU. Ya KAMU! Untuk temani masa tua mereka, untuk sekedar berbagi hal-hal kecil bersama mereka.

KISAH DUA LELAKI

Sebuah kapal karam diterjang badai hebat. Hanya dua lelaki yang dapat menyelamatkan diri dan berenang ke pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan kecuali berdoa. Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat pergi ke daerah berasingan dan mereka tinggal berjauhan.

Doa pertama, mereka memohon diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki pertama melihat sebuah pohon penuh buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.

Seminggu kemudian. Lelaki pertama merasa kesepian dan memutuskan berdoa agar diberikan isteri, keesokan harinya, ada kapal karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang terdampar di sisi pulau tepat lelaki pertama tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki ke dua tetap saja tidak ada apa-apa.

Segera saja, lelaki pertama ini berdoa memohon rumah, pakaian dan makanan. Keesokan harinya, seperti keajaiban, semua yang diminta hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa.

Akhirnya, lelaki pertama ini berdoa meminta kapal agar ia dan isterinya dapat meninggalkan pulau itu.

Pagi siang hari mereka menemui kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki pertama dan isterinya naik ke atas kapal dan siap-siap berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan meninggalkan lelaki kedua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya lelaki kedua itu tidak pantas menerima keajaiban tersebut kerana doa-doanya tak pernah terkabulkan.

Ketika kapal siap berangkat, lelaki pertama mendengar suara dari langit, “Hai. Mengapa engkau meninggalkan rakanmu yang ada di sisi lain pulau ini?”

“Berkatku hanyalah milikku sendiri, hanya kerana doakulah yang dikabulkan,” jawab lelaki pertama.

“Doa temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka ia tak pantas mendapatkan apa-apa,”

“Kau salah!” suara itu bertempik.

“Tahukah kau bahwa rakanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa.”

Lelaki pertama bertanya, “Doa macam apa yang dia panjatkan sehingga aku harus berhutang atas semua ini padanya?”

“Dia berdoa agar semua doamu dikabulkan”

Kesombongan macam apakah yang membuat kita merasa lebih baik dari yang lain? Banyak orang yang telah mengorbankan segalanya demi kebahagiaan kita. Tak selayaknya kita mengabaikan peranan orang lain, dan janganlah menilai sesuatu hanya dari “yang terlihat” saja.

Semoga kita bisa mengambil pelajarannya.

Dari sebuah email, semoga bermanfaat. Wassalam.

HAKIM YANG BIJAK

Saudaraku semua yang baik hati... sebuah kisah tentang seorang hakim dan 2 orang yang sedang berselisih dipengadilan.

Dalam cerita ini Insya Allah kita bisa melihat bagaimana kebenaran akan mengalahkan kebohongan yang terstruktur, sistematis dan masif.

Husnu sedang menunjuk tersangka. " Yang Mulia! Aku telah meninggalkan cincin berhias permata dengan orang ini sebelum pergi keluar negeri Tahun lalu. Dan saat ini aku menginginkan cincin itu bisa kembali padaku".

Sang Hakim bertanya kepada tersangka Ismet: " Mengapa kamu tidak menyerahkan cincin itu kepadanya?"" Dia berbohong yang mulia. Dia tidak pernah memberiku cincin permata itu," Ismet menjawab

Maka Sang Hakim kembali bertanya kepada Husnu: " Apakah ada saksi yang melihat bahwa kamu telah memberi orang ini cincin kamu?" " Tidak Yang Mulia, Tidak ada seorang pun yang melihat aku memberi cincin berhias permata itu kepadanya, tapi aku yakin telah memberinya cincin itu saat kami duduk dibawah pohon coklat."

Dengan bijak sang Hakim memberi intruksi kepada Husnu untuk mengambil satu tangkai Pohon coklat tempat dimana dia memberi Ismet Cincin itu.

Beberapa menit kemudian Sang Hakim kembali bertanya kepada Ismet: " Menurut Kamu kemana dia akan pergi? aku penasaran kapan dia akan kembali. Coba kamu lihat dari jendela dan berjaga-jagalah jika dia sudah sampai kamu harus mengatakannya padaku".

Mendengar perkataan sang hakim, Ismet tidak beranjak sedikitpun dari tempat duduknya dia bahkan terlihat tenang sambil menjawab: " Aku Yakin Dia tidak akan sampai kesini kurang dari 3 jam, tempat itu sungguh jauh dari sini".

Mendengar Jawaban Ismet itu, Sang Hakim berkata tegas kepadanya: " Tidak hanya kamu seorang pembohong, kamu juga orang yang bodoh! Jika kamu tidak mengambil cincin berhias permata itu, Tidak mungkin kamu tahu dimana letak pohon coklat itu.

Saudaraku semua...
Mari kita ambil hikmah dari cerita diatas
Sang Hakim sangat bijak dalam menyelesaikan perkara bahkan saat tidak ada bukti yang mendukung bahwa tersangka telah mengambil cincin berhias permata itu sang hakim mampu mengungkap kebenaran. Tapi perlu kita sadari bersama bahwa kejahatan yang terstruktur, sistematis dan masif dan memiliki organisasi yang baik akan mengalahkan kebenaran yang tidak terorganisir.

MENGAPA WANITA SUKA MENANGIS

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya 'Mengapa ibu menangis ? "Kerana ibu seorang wanita" , kata sang ibu kepadanya.

"Aku tidak mengerti" , kata anak itu.

Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti"

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,  "Mengapa ibu sukamenangis tanpa alasan?"

"Semua wanita menangis tanpa alasan ", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis. Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya,  "Tuhan, mengapa wanita begitumudah menangis? 'Allah berfirman:

"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa.

Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia, namun harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.

Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya.

Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.

Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya

Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya

Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu.

Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan.

Dan kau perlu tahu...
Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya. Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya .. ' tempat dimana cinta itu ada."

WASIAT SANG MILIARDER

Al-Kisah ada seorang kaya raya (Miliarder), sedang sakit parah, menjelang ajal menjemput dikumpulkanlah anak- anak tercintanya.. Beliau berwasiat : Anak-anaku, jika ayah sudah dipanggil yang Maha Kuasa, ada permintaan ayah kepada kalian " tolong di pakaikan kaos kaki kesayangan ayah, walaupun kaos kaki itu sudah robek, ayah ingin pake barang kesayangan semasa bekerja di kantor ayah dan minta kenangan kaos kaki itu dipake bila ayah dikubur nanti.."

Singkat cerita Akhirnya sang Ayah meninggal dunia.. Saat mengurus Jenazah dan saat mengkafani, anak2nya minta ke pak modin untuk memakaikan kaus kaki yang robek itu sesuai wasiat ayahnya.. Akan tetapi pak modin menolaknya : maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dipakaikan kepada mayat..

Terjadi diskusi panas antara anak2 yang ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak modin yang juga ustad yang melarangnya.. Karena tidak ada titik temu dipanggilah penasihat keluarga sekaligus notaris..

Beliau menyampaikan : sebelum meninggal bapak menitipkan surat wasiat, ayo kita buka ber-sama2 siapa tahu ada petunjuk..!!

Maka dibukalah surat wasiat almarhum milyader buat anak2nya yang di titipkan kepada Notaris tersebut.. Ini bunyinya: Anak-anaku, pasti sekarang kalian sedang bingung, karena dilarang memakaikan kaus kaki robek kepada mayat ayah..

Lihatlah anak2ku, padahal harta ayah banyak, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, tanah  di-mana2, rumah mewah banyak.. Tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah mati..!! Bahkan kaus kaki robek saja tidak boleh dibawa mati.. Begitu tidak berartinya dunia, kecuali amal ibadah kita, sedekah kita yang ikhlas..

Anak2ku inilah yg ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang sementara..Salam sayang dari Ayah,jadikan lah dunia ini sebagai jalan menuju ALLAH..!!

SubhanALLAH..
Semoga bermanfaat dan bisa kita ambil hikmah nya dari kisah ini.

KISAH SEEKOR ULAR

Buat renungan untuk kita semua :
Suatu malam seekor ular menyelit masuk ke dalam gudang kayu. Secara tak sengaja, ia menyusur di atas gergaji. Tajamnya mata itu gergaji menyebabkan perut ular terluka. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun membalasnya dengan mematuk gergaji itu berkali-kali, serangan tersebut menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.

Marah dan sakit yang amat sangat, ular itu berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan 'musuh' tersebut. Ia pun membelit gergaji itu sekuat tenaga.

Belitan tersebut menyebabkan lukanya teramat parah dan akhirnya ia pun mati di situ. Di saat beremosi dan marah, rasanya mudah sekali bagi kita untuk melukai dan menyakiti orang lain. Padahal kalaulah benar-benar kita sadar, sebenarnya yang akan terluka dan sakit adalah diri kita sendiri.

Maka benarlah sabda Nabi saw yang bermaksud, "Bukanlah orang yang kuat itu orang yang menang bertumbuk, tetapi orang yang kuat ialah orang yang mampu mengawal diri daripada sifat marah." (HR Bukhari & Muslim)

Sahabat2ku...
Jangan tertipu dengan usia MUDA
karena syarat Mati TIDAK harus TUA.

Jangan terpedaya dengan tubuh yang SEHAT karena syarat Mati TIDAK mesti SAKIT

Jangan terperdaya dengan Harta Kekayaan Sebab Si kayapun tidak pernah menyiapkan Kain Kafan buat dirinya meski cuma Selembar.

Mari Terus berbuat BAIK, berniat untuk BAIK, berkata yang BAIK-BAIK, Memberi nasihat yang BAIK Meskipun TIDAK banyak orang yang mengenalimu dan Tidak suka dgn Nasihatmu Cukup lah ﺍﻟﻠﻪِ yang mengenalimu lebih dari pada orang lain.

Jadilah bagai Jantung yang tidak terlihat,
Tetapi terus berdenyut setiap saat hingga kita terus dapat hidup, berkarya dan menebar manfaat bagi sekeliling kita sampai diberhentikan oleh NYA

Sahabat2ku..
"Waktu yang kusesali adalah
jika pagi hingga matahari terbenam, 'Amalku tidak bertambah sedikitpun,
padahal aku tahu saat ini umurku berkurang" (Ibnu Mas'ud r.a)

Tetaplah semangat untuk jadi yg lebih baik...

KISAH TENTANG BAN

Seorang anak memperhatikan ayahnya yang sedang mengganti ban mobil mereka. "Mengapa ayah mau repot- repot mengerjakan ini dan tidak memanggil orang bengkel saja untuk mengerjakannya?" tanya si bocah dengan penasaran.

Sang ayah tersenyum. "Sini, nak, kau lihat dan perhatikan. Ada enam hal tentang ban yang bisa kita pelajari untuk hidup kita," katanya sambil menyuruh sang bocah duduk di dekatnya. "Belajar dari ban?" Mata sang anak membelalak.

"Lebih pintar mana ban ini daripada bu guru di sekolah?"

Sang ayah tertawa. "Gurumu tentu pintar, Nak. Tapi perhatikan ban ini dengan segala sifat-sifatnya. Pertama, ban selalu konsisten bentuknya. Bundar. Apakah dia dipasang di sepeda roda tiga, motor balap pamanmu, atau roda pesawat terbang yang kita naiki untuk mengunjungi kakek-nenekmu. Ban tak pernah berubah menjadi segi tiga atau segi empat."

Si bocah mulai serius. "Benar juga ya, Yah. Terus yang kedua?"

"Kedua, ban selalu mengalami kejadian terberat. Ketika melewati jalan berlubang, dia dulu yang merasakan. Saat melewati aspal panas, dia juga yang merasakan. Ketika ada banjir, ban juga yang harus mengalami langsung. Bahkan
ketika ada kotoran hewan atau bangkai hewan di jalan yang tidak dilihat si pengemudi, siapa yang pertama kali merasakannya?" tanya sang ayah. "Aku tahu, pasti ban ya, Yah?" jawab sang bocah antusias.

"Benar sekali. Yang ketiga, ban selalu menanggung beban terberat. Baik ketika mobil sedang diam, apalagi sedang berjalan. Baik ketika mobil sedang kosong, apalagi saat penuh penumpang dan barang. Coba kau ingat," ujar sang ayah. Si bocah mengangguk.

"Yang keempat, ban tak pernah sombong dan berat hati menolak permintaan pihak lain. Ban selalu senang bekerja sama. Ketika pedal rem memerintahkannya berhenti, dia berhenti. Ketika pedal gas menyuruhnya lebih cepat, dia pun taat dan melesat. Bayangkan kalau ban tak suka kerjasama dan bekerja sebaliknya? Saat direm malah ngebut, dan saat digas malah berhenti?"

"Wow, benar juga Yah," puji sang bocah sambil menggeser duduknya lebih dekat kepada sang ayah.

"Nah, sifat kelima ban adalah, meski banyak hal penting yang dilakukannya, dia tetap rendah hati dan tak mau menonjolkan diri. Dia biarkan orang-orang memuji bagian mobil lainnya, bukan dirinya."

"Maksud ayah apa?" tanya si bocah bingung.

"Kamu ingat waktu kita ke pameran mobil bulan lalu?" tanya sang ayah disambut anggukan sang bocah. "Ingat dong, Yah, kita masuk ke beberapa mobil kan?" "Persis," jawab sang ayah. "Biasanya di show room atau pameran mobil, pengunjung lebih mengagumi bentuk body mobil itu, lalu ketika mereka masuk ke dalam, yang menerima pujian berikutnya adalah interior mobil itu. Sofanya empuk, AC-nya dingin, dashboardnya keren, dll. Jarang sekali ada orang yang memperhatikan ban apalagi sampai memuji ban. Padahal semua kemewahan mobil, keindahan mobil, kehebatan mobil, tak akan berarti apa-apa kalau bannya kempes atau bocor."

"Wah, iya ya, Yah, aku sendiri selalu lebih suka memperhatikan kursi mobil untuk tempat mainanku."

Sang ayah selesai mengganti bannya, dan berdiri menatap hasil kerjanya dengan puas.

"Yang keenam tentang ban adalah, betapa pun bagus dan hebatnya mobil yang kau miliki, atau sepeda yang kau punya, atau pesawat yang kita naiki, saat ban tak berfungsi, kita tak akan bisa kemana- mana. Kita tak akan pernah sampai ke tujuan."

Sang anak mengangguk-angguk.
Sang ayah menuntaskan penjelasannya,  "Jadi saat kau besar kelak, meski kau menghadapi banyak masalah dibanding kawan-kawanmu, menghadapi lumpur, aspal panas, banjir, atau tak mendapat pujian sebanyak kawankawanmu, bahkan terus menanggung beban berat di atas pundakmu, tetaplah kamu konsisten dengan kebaikan yang kau berikan, tetaplah mau bekerja sama dengan orang lain, jangan sombong dan merasa hebat sendiri, dan yang terpenting, tetaplah menjadi penggerak di manapun kau berada. Itulah yang ayah maksud dengan hal-hal yang bisa kita pelajari dari ban untuk hidup kita."