Senin, 24 Agustus 2015

RANGKUMAN DISKUSI GRUP BMS (bagian ke 12)

OLIK F3:...
10 Agustus 2015....
RENUNGAN MENJELANG SUBUH...
Diriwayatkan dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau bersabda, “Dosa yang paling besar di sisi Allah Ta’ala adalah dosa yang (dianggap) paling kecil menurut manusia, sedangkan dosa yang paling kecil di sisi Allah Ta’ala adalah dosa yang (dianggap) paling besar menurut manusia.”

Al Faqih menjelaskan bahwa apabila seseorang yang melakukan perbuatan dosa besar, kemudian ia menyadari dosa yang dilakukannya itu sangat besar dan ia takut kepada-Nya dengan bertaubat, maka sesungguhnya dosa itu kecil di sisi Allah. Dan apabila dosa itu dianggap kecil oleh orang yang melakukannya, sehingga ia terus menerus mengulanginya, maka dosa itu menjadi besar di sisi Allah, karena dosa yang paling besar, dosa yang dilakukan secara terus menerus. Hal ini didasarkan pada perkataan seorang sahabat yang mengatakan, “Tidak dianggap dosa kecil jika terus menerus dikerjakan, dan tidak dianggap dosa besar bila mohon ampun.”

Diriwayatkan dari ‘Awwam bin Hausyab, bahwasanya ia berkata, “Ada empat hal yang dilakukan sesudah perbuatan dosa yang lebih jelek daripada perbuatan dosa itu sendiri, yaitu, menganggap kecil (meremehkan), merasa tidak apa- apa, merasa senang, dan terus menerus melakukan dosa itu.”

Sumber: Terjemah Tanbihul Ghafilin
Karya: Abu Laits As Samarqandi

WAWAN:...
Leres pisan..  Lik... Kadang urang sok nyepelekeun dosa anu alit,... Padahal mah lamun ditumpuk terus lami-lami jadi ageung...   Kumaha kbr keluarga di Cieurih, .. Oge Mang+Mih.... Mugi sadayana aya dina keridloan Allah swt

BIL BASITH:..
Mantabbb a tausiyahna... yuk introspeksi keDalam diri, yakinkan bhwa tiada suci badan & hati selain diri sendiri, hingga kita mendalam & yakin saat berucap "inni kuntu minadzdzolimin, hingga kita tak anggap sepele dosa kita, hingga tiada sia2 kita beristighfar,, Ighfir lanaa ya Ghoffar, wa laa taj'alna maftunan binafsina,, war hamna fil'alamin, walhamdu lillahi robbil'alaamiin.

Dialog ringan pagi ini bersama tukang beca.., "bang ke stasiun tugu berapa? .. # "30 ribu mas" # kurangi deh bang.." #"hmmmm.. ya udah 25 silahkan.." oke.. digoeslah beca & smpelah ke tujuan.. $ sy lihat di dompet ada 35.000 ., sy beri upah becanya 30ribu sswy yg dia minta.. #"ni bang 30.000 bwt abang"., si abang beca senyum sumringah bahagia..

25 ribu adalah rizki yg dia yakini akan diterima & jiwa dia "nrimo". Yg 5 ribu adalah bonus atas sikap dia yg "nrimo".

Terlepas dr fadilah sedekah, terlepas dr "pahala"., yg ku nikmati adalah "yg diterima & yg kau beri adalah kehendak Robb & af'alNYA AL-WAHHAB.,

WAWAN:..
Amiiin... amiiin.... ya Robal'alamiiin....    kumaha kabar a Ofik sareng keluarga di Windu haji... mugi sadayana aya dina keridloan Allah swt....

BIL BASITH:...
Alhmdlillah kbar klwga winduhaji & cieurih sarae..

WAWAN:...
Alhamdulillah......

BIL BASITH:...
Mugi kbar mang wawan & klwrga jg seluruh bani sutiah mndapat kberkahan..

WAWAN:...
Amiiin.... amiiiinn.... ya robbal'alamiiiin....

BIL BASITH:...
"Kamu tak perlu jelaskan siapa dirimu, karena yg "sayang" sm kamu tak butuh itu, & yg benci sm kamu tak kan pernah percaya siapa kamu". (Ali bin Abi Tholib).

ZEN ABDUL GOFFAR:..
Wa'alaikum salm...

FIKRI ARIEF:..
. RENUNGAN :
Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang sedang bekerja di bawah.

Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan.

Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp.1.000,- yang jatuh tepat di sebelah si pekerja.

Si pekerja hanya memungut Rp.1.000,- tersebut
dan melanjutkan pekerjaannya.

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp.100.000,-
dan berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas.

Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp.100.000,- dan kembali asyik bekerja.

Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja.

Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau
menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan
sang mandor.

Pesan moral yg ingin disampaikan adalah :

Cerita (ilustrasi) tersebut di atas serupa dengan
kehidupan kita, Allah subhanahu wa ta'ala selalu
ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk
mengurusi "dunia" kita.

Kita diberi rezeki sedikit maupun banyak, sering
kali kita lupa untuk menengadah bersyukur
kepada-Nya.

Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rezeki itu datang.

Terkadang kita hanya mengatakan; kita lagi
"beruntung!"

Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabbur dengan rezeki milik Allah.

Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan
"batu kecil" yang kita sebut musibah agar kita
mau menoleh kepada-Nya.

Sungguh Allah 'azza wajalla sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada-Nya. Sehingga tak perlu lagi lemparan batu kecil saat Dia rindu dan ingin berkomunikasi
dengan kita...

Semoga kita menjadi hamba yg Selalu bersyukur..

ARISSABTHAZI:...
Alhamdulillah kang fikri hatur nuhun pisan nasehat nu berharga, jazakumullah khairn..
Ngiring ngopinya..;-)  nuhun

AFIF ASY'ARIE:...
.......................

WAWAN:...
Alhamdulillah.... kang Afif ini saudara kita juga, ini Adiknya Zalli,... anaknya mang Sarif....   mang sarif itu adiknya abah ma'mun...     AFIF ASY'ARIE... selamat bergabung saudaraku....

OLIK F3:..
Kang Afif... wilujeng gabung di grup BMS... Salam tepang ti abdi... Olik cieurih... kumaha keluargi sarehat?.....

OLIK F3:...
Muhun mang Wawan.... lereus kitu... punteun telat ngawaler,,,, nembe kabujeng ngabika bbm deui,,,,

alhamdulillah keluarga, oge Mang Mih aya dina kasaean... aya hibar pido'a ti sadayana... mugi urang sadaya teteup aya dina  ridhona Allah swt... aamiin...

Mantaap... mang Ofik oge sareng a mfik tambihan tausiahna,,,, sangat bermanfaat... mudah2an urang sadaya kalebeut jalmi anu tiasa selalu bersyukur sareung teteup aya dina jalan anu dipiridho ku Allah swt... aamiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar